Minimal Design

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it ...

Easy to use theme’s admin panel

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it ...

Featured posts

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it ...

Hello, I am Vk bhardwaj and i do awsome Blogger Template Designs for your blog, download templates at Www.BestTheme.Net. Thanks A Lot

.

.

.

welcome

2012

SEJARHNYA
kan maskoki yang memiliki nama latin carrasius auratus pada awalnya dibudidayakan oleh masyarakat Cina pada tahun 960-1729. Awalnya bentuk maskoki sama seperti ikan mas, karena memang jenis ikan ini berasal dari satu kerabat. Bedanya maskoki tidak memiliki sepasang sungut di mulutnya. Kemudian pada masa dinasti Ming (1368-1644) popularitas maskoki mulai menanjak, dari sinilah bermunculan maskoki dengan bentuk tubuh yang bervariasi dan unik.Perkembangan maskoki kemudian merambah hingga negeri Jepang. Di Jepang maskoki ini terus mengalami perkembangan pesat hingga dihasilkan jenis-jenis baru dengan bentuk yang lebih varatif seperti saat ini. Maskoki jenis baru ini merupakan hasil perkawinan silang yang terus-menerus dilakukan sampai didapat ikan maskoki yang unik. Ikan yang dihasilkan antara lain berbentuk bulat, pendek, benjol-benjol, bersirip panjang, dan pada jenis tertentu ekornya menjuntai mirip selendang. Jenis inilah yang disebut sebagai carrasius auratus yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan maskoki. Dari negeri Jepang, ikan koki mulai menyebar ke penjuru dunia termasuk Indonesia. 

 JENIS JENIS 
 Pearl Scale (Sisik Mutiara): Bentuk tubuh maskoki ini bulat seperti bola pingpong. Ciri khas maskoki ini adalah sisik tubuhnya yang menonjol seperti rentetan buah jagung dan warna sisiknya berkilau seperti mutiara.



Ranchu: Merupakan salah satu Maskoki populer di dunia karena warna paling bervariasi dan bentuknya gempal seperti telur. Tubuhnya membungkuk, di bagian muka ditutupi jambul, dan tidak memiliki sirip punggung.
Black Moor: Salah satu maskoki yang banyak di pelihara oleh hobiis, berwarna hitam pekat dan matanya besar. Menurut kepercayaan orang Cina black moor dapat menolak bala atau kesialan pada pemiliknya.
Bubble Eyes (mata balon): Merupakan maskoki yang paling unik di dunia, bentuk tubuhnya panjang seperti ikan mas, tetapi pada masing-masing mata terdapat kantong seperti balon yang membuat ikan ini betuknya unik.
Crown Pearl Scale (Sisik Mutiara Berjambul): Memiliki bentuk tubuh seperti pearl scale biasa, hanya pada bagian kepala terdapat jambul yang bentuknya seperti seperti balon.
Lionhead (Kepala singa): Sepintas ikan ini mirip dengan ranchu, akan tetapi perbedaannya terletak pada jambul yang hanya terletak di atas kepala, jadi jambul tidak menutupi seluruh bagian muka ikan.
Oranda: Ikan ini juga merupakan salah satu yang paling banyak dipelihara oleh para hobiis maskoki dan termasuk jenis koki tertua di dunia, bentuk tubuhnya bulat panjang dengan ekor panjang dan membuka lebar. punggungnya datar dan memiliki sirip punggung. pada kepala terdapat jambul.
Red Cap Oranda: Ikan ini termasuk ikan yang populer di dunia. bentuknya mirip dengan maskoki Oranda, hanya seluruh warna tubuhnya berwarna putih dan jambul merah di atas kepalanya.
Ryukin: Ikan hasil budidaya di Jepang ini bentuk tubuhnya bulat gempal. bersirip punggung tinggi dan berekor panjang. Keunikannya terletak pada bentuk tubuh bulat dan sirip ekor terangkat tinggi mirip ekor burung merak. Jika dipandang dari belakang ekornya berbentuk huruf X.
Telescope eyes: Maskoki ini bentuk tubuhnya gempal, punggung agak bungkuk dihiasi sirip punggung. ekornya panjang dan berujung transnparan. Ciri khas maskoki ini adalah pada bentuk matanya yang menonjol seperti telescope.
Tosakin: Ikan tosa ini biasanya dipelihara di kolam, karena keindahannya akan tampak jika di lihat dari atas. Keunggulan maskoki ini terdapat pada sirip ekornya yang panjang dan melebar melebihi panjang tubuhnya sendiri.

Peralatan Utama Memelihara Maskoki
Aquarium
Tentunya jika kita ingin memelihara maskoki kita harus memiliki aquarium terlebih dahulu sebagai wadah meletakan maskoki. Aquarium ada yang berbentuk kotak, bulat, lonjong. Ada beberapa hobiis juga yang menggunakan kolam atau fiberglass sebagai wadah pemeliharaan
Aerator
Aerator merupakan alat yang memiliki peran sangat vital dalam pemeliharaan, maskoki tidak dapat hidup jika tidak ada aerator karena alat ini berfungsi menyuplai oksigen kedalam air sehingga kebutuhan oksigen maskoki dapat terpenuhi, seringkali maskoki mati jika alat ini tidak berfungsi.
Filter
Filter berfungsi sebagai alat bantu menyaring kotoran didalam aquarium, sehingga kebersihan air dapat terjaga. Jika kebersihan air terjaga maka kandungan oksigen dalam air juga dapat terjaga.
Sikat
Sikat diperlukan untuk membersihkan lumut-lumut yang menempel di dinding aquarium.
Pipa
Pipa digunakan untuk menyedot air kotor di aquarium pada saat membersihkan aquarium.
Makanan Ikan
Makanan ikan merupakan salah satu elemen paling penting dalam memelihara maskoki, karena ikan akan mati jika tidak ada makanan. Makanan terbagi menjadi makanan buatan yang berbentuk butiran pelet atau cacing beku dan makanan hidup berupa cacing sutra, kutu air, cacing darah, dll.

read more

Kuda laut adalah jenis ikan yang hidup di laut dari genus Hippocampus dan famili Syngnathidae. Hewan dengan ukuran yang bervariasi antara 16 mm (untuk spesies Hippocampus denise) sampai 35 cm ini dapat ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia. Kuda laut merupakan satu-satunya spesies yang jantannya dapat hamil.
 
Sirip dorsal pada kuda laut terletak pada bagian bawah sedangkan sirip pektoralnya terletak pada bagian kepala, di dekat insang. Beberapa spesies kuda laut berwarna transparan sebagian, sehingga tidak mudah terlihat.
Populasi kuda laut terancam karena penangkapan yang berlebihan. Kuda laut dimanfaatkan pada herbologi tradisional Tiongkok dan sebanyak 20 juta kuda laut telah ditangkap setiap tahunnya untuk keperluan ini. Impor ekspor kuda laut diatur dalam CITES sejak 15 Mei 2004.

Kuda laut bereproduksi dengan cara yang tidak biasa: Yang jantan yang mengandung. Pipefishes dan seahorse adalah spesies di dunia binatang yang mengalami “male pregnancy”. Kudalaut Jantan memiliki kantong benih yang digunakan untuk menyimpan telur yang diberikan sang betina. Saat kimpoi mereka saling melilitkan ekor dan sang betina memasukkan tabung panjang yang dinamakan ovipositor ke katong benih sang jantan. Telur-telur mengalir melalui tabung ke kantong benih dimana kemudian mereka dibuahi.

Embrio berkembang selama 10 hari sampai 6 minggu, tergantung pada spesies dan kondisi air. Saat sang jantan ‘melahirkan’ dia memompa ekornya sampai bayi kudalaut keluar. Kantong kudalaut jantan juga mengatur kadar garam, dengan perlahan meningkatkan kadar garam di kantong agar sesuai dengan lingkungan luar saat telur dewasa. Telur yang menetas tidak bergantung pada induk. Beberapa berkembang bersama dengan plankton. Bahkan kadang-kadang induk jantan memakan telur yang baru dilahirkannya. Spesies lain (H. zosterae) ketika menetas memulai hidup sebagai benthos.

Kuda laut tersebar pada daerah tropis maupun sub tropis, pada umumnya hidup di perairan dangkal dengan habitat padang lamun (segrass), karang (coral reef), rumput laut (sea weed) dan mangrove. Di perairan Indonesia telah diketahui sebanyak Sembilan jenis kuda laut, yaitu :
1. Hippocampus barboniensis, habitat rumput laut
2. Hippocampus erectus, habitat rumput laut
3. Hippocampus quithulatus, habitat rumput laut
4. Hippocampus whitei, habitat rumput laut
5. Hippocampus zosterae, habitat rumput laut
6. Hippocampus kuda, habitat mangrove
7. Hippocampus cames, habitat trumbu karang
8. Hippocampus zebra, habitat terumbu karang
9. Hippocampus capensis, hidup di daerah estuaria
Sebagian besar kuda laut di temukan di perairan dengan kedalamannya kurang dari 20 meter. Beberapa spesies kuda laut dari Hippocampus capensis mampu hidup di estuarine dengan salinitas yang berfluktuasi, biasanya jenis kuda laut ini akan mengalami kematian jika ada banjir air tawar.
 
Tingkah laku dan Ekologi
  • Pergerakan dan kamuflase
Kuda laut adalah biota laut yang unik dengan posisi tubuhnya yang tegak, kepala di atas dan ekor di bawah. Pergerakan kuda laut tergolong lambat karena hanya dilakukan dengan menggunakan sirip dorsal yang ada di bagian punggung, sedangkan sirip pectoral (sirip dada) digunakan untuk keseimbangan. Ekor kuda laut digunakan sebagai jangkar, yaitu alat untuk mengaitkan tubuhnya pada suatu substrat seperti rumput laut, terumbu karang atau benda-benda lain yang ada di lingkngannya. Apabila terancam, kuda laut membengkokkan tubuhnya hinga kepalanya mendekati ekor.
Kuda laut memiliki alat kamuflase atau penyamaran, yaitu berupa kemampuan untuk merubah warna tubuhnya dalam beberapa menit untuk menyamai lingkungannya, bahkan kadang-kadang mampu merubah warna tubuhnya menghindari “fluorescence” (warna orange). Alat kamuflase berfungsi untuk menghindari diri dari predator. Kuda laut juga dapat menyebarkan semacam filament yang meyerupai kumpulan algae menempel pada rumput laut.
  • Kebiasaan makan
Kuda laut termasuk hewan karnivora, mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak, makanannya adalah segala jenis hewan hidup ukuran kecil seperti larva ikan, udang-udan dan invertebrate lainnya. Kuda laut tidak memiliki gigi dan perut, mangsanya langsung ditelan secara utuh dan langsung masuk ke sistem pencernaannya. Kuda laut dengan kemampuannya untuk berkamuflase memungkinkan menjadi predator. Selain sebagai predator, kuda laut juga merupakan sasaran beberapa predator yang berukuran labih besar. Hewan predator yang dapat menjadi pemangsa kuda laut dewasa anatara lain adalah kepiting dan ikan-ikan pelagis ukuran besar.

read more

Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa
sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.
Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4
macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.
Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.
Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.
Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.
Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan
jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.
Cara Mengatasi Penyakit
PENYAKIT yang umum menimpa guppy adalah jamur. Perlu dipahami jamur tumbuh dengan cara yang berbeda dari bakteri. Jamur tumbuh dengan spora dan selalu tumbuh dengan kondisi tertentu. Mereka berkembang mempunyai siklus tertentu berupa spora
kemudian berubah menjadi organisme yang disebut miselium.
Jamur ini dapat berkembang biak sangat cepat, berbentuk seperti benang/ulir dan membentuk jaringan-jaringan seperti lapisan yang tipis. Sedangkan bakteri yang biasa menyerang guppy adalah mycobacterium piscium, juga beberapa penyebab lainnya.
Perlu diperhatikan untuk melakukan pengobatan secara efektif harus melakukan diagnosa yang akurat, sehingga dapat mengatasi penyakit yang timbul. Penyakit yang umum menyerang ikan guppy adalah :
a. Saprolegnia.
Ciri-ciri ikan yang terserang adalah bercak-bercak putih pada kulit ikan. Perawatannya teteskan alkohol metapen dalam
tempat sebanyak 2 tetes dalam satu galon air/4 1,12) liter air. Langkah selanjutnya berikan garam dan biarkan beberapa saat.
Berikan hydrogen peroksida untuk membunuh bakteri yang melekat pada jaring ikan selama 15 sampai 30 detik. Atau bisa juga digunakan malachite green atau methyline blue atau acriflavin sebagai disinfektan. Cara perawatan ikan yang terkena infeksi bakteri sebaiknya diberi tambahan ruang sebelum mengobati.
b. Penyakit Bengkak atau Bloat
Ikan tampak gelisah, badan tampak lebih besar karena kembung. Ini disebabkan karena peradangan usus ikan. Isolasi ikan yang terkena, lalu masukkan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. Biarkan selama 4 atau 6 jam, kemudian tambahkan air selama 12 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat asal.
c. Jamur Mulut
Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jamur putih tersebut
merupakan koloni sangat besar yang menempel pada mulut ikan, sehingga menutup mulut ikan sampai tidak bisa bernapas dan makan dapat menyebabkan ikan mati. Pengobatan menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan metopen 2 tetes.
d. Penyakit Insang
Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya disebabkan oleh organisme virus. Ciri pada penyakit ini insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi.
Ciri ikan ini jika mati insangnya tampak memerah dan membusuk lebih cepat dari badannya. Beberapa cara yang sudah berhasil dilakukan adalah dengan memberikan metapen mercurochrome direndam beberapa saat secara bersamaan kemudian lakukan perawatan dengan menggunakan air garam dan memberikan tempat yang lebih besar dan luas.
e. Penyakit Kembung
Ciri-ciri ikan yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar. Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan. Masih ada beberapa penyakit yang sudah diketahui, misalnya umum kutu atau jarum.

read more